Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » 8 Desa di Ponorogo Terendam Banjir Hingga Putusnya Jembatan Akses Antara 2 Desa

8 Desa di Ponorogo Terendam Banjir Hingga Putusnya Jembatan Akses Antara 2 Desa

2 min read

PONOROGO, Mediasuarapublik – Akibat tingginya instensitas hujan yang mengguyur sejak Jumat (7/10/22) malam hingga Sabtu (8/10/22), sebanyak 8 desa di Kabupaten Ponorogo terendam banjir.

Berdasarkan data yang di dapat, banjir merendam Desa Tugu, Desa Jabung dan Desa Ngrukem di kecamatan Mlarak, Desa Kemuning di Kecamatan Sambit, Desa Brahu di Kecamatan Siman, Desa Tegalsari dan Desa Mojorejo di Kecamatan Jetis serta Jalan Subali dan Jalan Ontoseno Kecamatan Ponorogo.

Petugas dari TRC BPBD Ponorogo, Roby saat dikonfirmasi menjelaskan, jika banjir yang melanda di Desa Jabung merupakan luapan air dari Sungai Gandol. Ketinggian air yang melanda permukiman warga bervariasi mulai 50 sentimeter hingga di bawah 100 sentimeter.

“Dari beberapa pemantauan titik luapan, belum ada yang sampai 1 meter,” ujarnya.

Hingga saat ini belum ada warga yang dievakuasi. Pemantauan terkait tingginya luapan air terus dilakukan. Rumah yang terendam banjir tidak ada. Hanya satu warung kopi saja yang airnya masuk ke dalam.

“Kami stanby untuk melakukan pemantauan. Tadi hanya satu warung kopi saja yang airnya masuk ke dalam,” ungkap Roby.

Pantauan di lokasi, warga enggan untuk mengungsi. Mereka kebanyakan hanya berdiam diri di rumah masing-masing.

“Sejak pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB datangnya banjir, ” kata salah satu warga Desa Jabung Supiya, Sabtu (8/10/2022).

Supiya bercerita semalaman desanya diguyur hujan mulai pukul 24.00 WIB. Hujan sempat berhenti, namun pada pukul 02.00 WIB dini hari turun lagi disertai petir. Banjir yang melanda Desa Jabung karena luapan air dari Sungai Gendol yang melintasi desanya.

“Ya terganggu sekali, mau kerja jadi tidak bisa. Hanya bisa berdiam diri di rumah,” pungkasnya.

Jembatan Penghubung Dua Desa Hanyut Terbawa Derasnya Banjir

Kepala Desa Ngrukem, Bambang Mampriyono menjelaskan, jika akibat banjir yang terjadi mengakibatkan Sebuah jembatan terseret derasnya arus.

“Jembatan itu menghubungkan Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak, dengan Desa Kemuning, Kecamatan Sambit,” paparnya.

Jembatan sepanjang 20 meter dan lebar 8 meter itupun tak bersisa. Banjir menerjang wilayah setempat pada pukul 02.00 WIB. Puncaknya pukul 03.00 WIB.

“Jam dini hari. Air ada yang masuk rumah sama satu jembatan hanyut,” tutur Bambang kepada awak media.

Total ada 6 RT yang terdampak banjir. Saat ini banjir sudah mulai surut. Tetapi warga masih waspada karena cuaca masih tidak menentu.

“Warga sekarang aktifitasnya bersih-bersih, mudah-mudahan tidak ada banjir lagi. Hanya genangan di jalan dan di sungai arusnya masih deras,” ujar Bambang.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo Henry Indrawardana menambahkan bahwa hujan dengan intensitas sedang terjadi merata di seluruh Ponorogo sejak Jumat (7/10) sore hingga Sabtu (8/10) dini hari.

Banjir disebabkan banyaknya sumbatan bambu di sepanjang aliran sungai. Sehingga menyebabkan air tidak tertampung dan meluap.

“Adanya sumbatan dapur bambu atau pring sehingga menyumbat sungai dan air meluap,” tandasnya. [Ay/Ya]