Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Program Trijuang Dukung Kediri Satu Data

Program Trijuang Dukung Kediri Satu Data

2 min read

KEDIRI, Mediasuarapublik – Pola trijuang dalam program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) tidak sekadar melakukan sertifikasi tanah saja. Prosedur dan administrasi pendukung itu sekaligus untuk mewujudkan Kabupaten Kediri Satu Data pada 2024 mendatang.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Kediri memulainya dengan pola trijuang pada 2020 lalu. Saat itu, pemkab menyediakan anggaran sebesar Rp 230 juta untuk program trijuang.

“Targetnya adalah Kabupaten Lengkap serta semuanya bisa diakses,” kata M. Erfin Fatoni, Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dikutip saat diskusi Senin (3/10) lalu di Hotel Merdeka.

Dia menjelaskan, program trijuang yang dicanangkan Pemkab Kediri ini selaras dengan program Nawa Bhakti Satya Jawa Timur (Jatim). Yakni, Jatim akses yang erat kaitannya dengan aset. Menruut Erfin, ada dua tujuan program trijuang. Yakni, percepatan pelayanan untuk menunjang kemudahan berusaha, serta mewujudkan integritas data dan pelayanan bidang pertanahan untuk kesejahteraan warga Kabupaten Kediri.

Jika dua tujuan itu tercapai, menurut Erfin semua orang yang memiliki kepentingan di Kabupaten Kediri bisa mengaksesnya dengan mudah. Apalagi semua aset yang ada di desa, kecamatan, hingga kabupaten nantinya sudah berbasis bidang. Ini akan mempermudah siapapun untuk mengakses potensi wilayah di Kabupaten Kediri.

“Disebut trijuang karena melibatkan kerjasama bidang pertanahan antara Pemkab Kediri, pemdes dan Kantor Pertanahan Kabupaten Kediri,” urainya sembari menyebut trijuang tak hanya memetakan bidang tanah. Melainkan juga pemetaan zona nilai tanah (ZNT) yang sudah berbasis bidang.

Lingkup lainnya, terkait konektivtas penanganan pengaduan sengketa dan konflik. Ada pula inventarisasi dan identifikasi potensi pemberian penataan akses dan penyusunan data. Serta, memfasilitasi penataan aset dan penataan akses.

“Semua terintegrasi jadi satu, by name, by address untuk penataan akses dan aset,” tegasnya.

Lewat trijuang pula, nanti diharapkan ada peningkatan sumber daya manusia. Selain itu, ada kerja sama bidang lain sesuai kewenangan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk memenuhi semua target tersebut, hibah ke BPN dalam program trijuang terus ditingkatkan. Misalnya, pada 2021 senilai Rp 1,8 miliar. Sedangkan pada 2022 total Rp 3,5 miliar dan tambahan bangunan sebesar Rp 2 miliar.

Senada dengan BPN, Erfin sepakat program trijuang butuh dukungan semua pihak. Dia kembali menegaskan program tersebut harus punya kontribusi untuk pembangunan di Kabupaten Kediri.

Karenanya, perlu ada kolaborasi dari semua pihak untuk meningkatkan percepatan akses keuangan daerah. Pria berkacamata ini pun mengajak perbankan ikut berkontribusi mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara besama-sama. [Dwi.S/Andk]