Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Kades Balongwangi Diduga Mainkan Dana Bansun

Kades Balongwangi Diduga Mainkan Dana Bansun

2 min read

LAMONGAN, Mediasuarapublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) di 2022 ini menyalurkan Bantuan Dusun (Bansun) kepada 1.431 Dusun se-Kabupaten Lamongan dengan besaran anggaran Rp 35 juta setiap dusun.

Dikutip dari wawancara Timsus surat kabar harian (SKH) Suara Publik dengan Kepala Dinas PMD Kabupaten Lamongan Zamroni yang mengatakan, “di tahun ini, Dana Dusun diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan poros desa, saluran drainase, tembok penahan tanah, jembatan dan DAM,” ungkap Zamroni saat itu kepada wartawan, Senin (4/7/2022).

Namun, pada kenyataanya masih banyak desa yang diduga menyelewengkan anggaran yang diprioritaskan kepada dusun itu, sehingga tidak sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan dari dusun tersebut.

Seperti halnya pembangunan di Dusun Geger, Desa Balongwangi, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Berdasarkan informasi dari warga setempat yang berada dilokasi yang tak mau diketahui identitasnya, mengatakan kepada Timsus SKH Suara Publik, “Mas, yang saya tahu bangunan itu belum 3 bulan kok sudah pecah-pecah ya, terus kelihatanya juga tidak sesuai, sangat tipis tidak seperti cor jalanan yang lain, sudah tidak beres kadesnya ini,” Kata warga kepada Timsus.

Lebih lanjut warga tersebut mengungkapkan, “Di Balai Desa juga tidak ada papan informasi tentang APBDes baik tahun 2021-2022, seharusnya kan ada di pasang,” keluh warga.

Berdasarkan laporan dari warga itu, Timsus SKH Suara Publik pun mencoba datang ke Balai Desa guna melakukan klarifikasi terkait permasalahan bangunan yang ada di Dusun Geger tersebut.

Sesampainya di Balai Desa, Timsus bertemu langsung dengan Kepala Desa (Kades) Kasiyono. Dalam keterangan Kades mengatakan, ’’kalau Bansun itu dikelola Timlak Mas, sampean tanya ke Timlaknya saja,” ujar Kades.

Mendapat jawaban seperti itu Timsus selanjutnya mendatangi Aruf selaku Timlak, akan tapi Aruf tidak bisa di temui dengan alasan ada tamu.

Dengan tidak adanya informasi sebagai bahan pendukung untuk dapat diketahui publik serta belum bersedianya Aruf selaku Timlak Desa Balongwangi untuk memberikan informasi, hal itu sangat disayangkan, karena dalam pengerjaan rabat beton di Dusun Geger, Desa Balong Wangi, Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan itu terlihat kurang maksimal dalam pembangunannya dan sudah banyak keretakan. Sehingga muncul dugaan bahan yang digunakan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Pembangunan (RAP), dan diduga anggaran bansun tersebut dimainkan untuk kepentingan pribadi.

Untuk diketahui, dengan tidak terpasangnya papan APBDes tersebut terkesan semua informasi keuangan yang seharusnya bersifat terbuka dan transparan ternyata terkesan ditutup tutupi. [Timsus]