17 Juni 2026

Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Presiden Zelensky dan Menlu AS Buka Suara Soal Ancaman Putin yang Bakal Pakai Nuklir di Perang Ukraina

Presiden Zelensky dan Menlu AS Buka Suara Soal Ancaman Putin yang Bakal Pakai Nuklir di Perang Ukraina

2 min read

JAKARTA, Mediasuarapublik – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan penilaian serius ditengah ancaman dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang berencana menggunakan senjata nuklir dalam perang di Ukraina.

“Rusia menggunakan senjata nuklir bisa menjadi kenyataan, dia ingin menakuti seluruh dunia. Ini adalah langkah pertama dari pemerasan nuklirnya. Saya tidak berpikir dia menggertak,” ujar Zelensky.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan AS telah menjelaskan secara terbuka dan pribadi kepada Rusia agar ‘menghentikan pernyataan ceroboh mengenai senjata nuklir’ dalam konflik Ukraina. Hal tersebut diungkapkan menyusul pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa ia akan menggunakan cara apapun untuk membela Rusia.

“Sangat penting bagi Moskow untuk mendengar dari kami dan tahu dari kami bahwa konsekuensinya akan mengerikan, dan kami telah menyatakannya dengan sangat jelas,” kata Blinken, Minggu (25/9).

Blinken mengatakan penggunaan senjata nuklir tentu saja akan memiliki efek bencana yang sangat besar bagi negara yang menggunakannya maupun bagi negara-negara lainnya.

Tanggapan AS itu dikemukakan setelah Putin mengisyaratkan kemungkinan serangan nuklir pekan lalu, sewaktu ia memanggil 300 ribu tentara cadangan untuk membantu perang Rusia dalam invasinya yang telah berlangsung tujuh bulan di Ukraina.

Sebelumnya, Putin memperingatkan Barat bahwa penggunaan nuklir bukanlah gertakan semata. Rusia bersikukuh, akan melakukan segala cara untuk melindungi wilayahnya. Ia bahkan menggarisbawahi ancaman nuklir Rusia, di mana Moskow memiliki berbagai alat penghancur untuk melindungi negaranya.

“Saya ingin mengingatkan Anda bahwa negara kami juga memiliki berbagai alat penghancur untuk melindungi Rusia dan rakyat, kami pasti akan menggunakan semua cara yang kami miliki,” tegas Putin pada Jumat (23/9/2022) lalu.

Dengan ini Putin pun mengatakan sudah menandatangani dekrit khusus. Mobilisasi parsial sendiri menempatkan Rusia situasi perang di mana wajib militer warga menjadi keharusan.

Pengumuman mobilisasi parsial itu berarti bahwa semua pihak di negeri itu harus berkontribusi lebih pada upaya perang. Bukan cuma warga tapi juga bisnis.

Sebuah referendum yang dipimpin Rusia sedang berlangsung di wilayah Ukraina, yang telah diduduki oleh Rusia sejak serangan pada 24 Februari.

Pemerintah Barat dan Ukraina menolak legitimasinya sebagai palsu, tapi banyak yang khawatir jika Moskow mencaplok wilayah berdasarkan hasil, tanah tersebut akan dimasukkan ke dalam wilayah yang menurut Putin layak untuk respons nuklir potensial jika diserang oleh pasukan Ukraina yang mencoba merebutnya kembali. (FM)