Pesan Wabup Gresik Kepada Generasi Muda di Hari Tani Nasional ke-62
2 min read
GRESIK, Mediasuarapublik – Hari Tani Nasional (HTN) ke 62 di Kabupaten Gresik diperingati dengan penuh suka cita. Termasuk oleh salah satu lembaga NU yakni LPPNU (Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama) Gresik.
Rangkaian acara menarik dalam kegiatan tersebut, seperti sarasehan dengan kelompok tani se-Gresik, Lomba cerdas cermat 11 MWC LPPNU Gresik, lomba Yel-yel hingga launching ‘Ketan Mapan’ (Kelompok Tani Nahdiyin Maju Produktif Andalan).
Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh, diantaranya Ketua LPPNU Jatim Ghufron Ahmad Yani, Wakil Bupati Gresik Hj. Aminatun Habibah, Ketua LPPNU Gresik Muzarodin, Ketua PCNU Gresik KH. Mulyadi serta sejumlah tokoh lainnya.
Wakil Bupati Gresik Dra. Hj. Aminatun Habibah, M.Pd dalam sambutannya mengajak generasi milenial untuk mencintai pertanian. Dirinya mengatakan bahwa Indonesia dianugerahi kesuburan tanah yang luar biasa. Dan Jawa Timur berada diperingkat ke 5 se Indonesia dengan penghasil padi terbanyak.
“Bahkan Kabupaten Gresik tidak hanya dikenal sebagai kota Industri saja, namun Gresik menduduki posisi nomor 2 se-Jatim terkait penghasil padi terbesar,” kata Bu Min dalam sambutannya, Sabtu (24/09/2022) di Mustika Rasa Petrokomia Gresik.
Untuk itu, lanjut Bu Min, petani Gresik harus bangga. Dirinya berharap para pemuda ikut andil dalam mengelola pertanian di daerah.
“Apalagi sekarang ini, mengelola pertanian dipermudah dengan penggunaan teknologi, maka tentunya dapat membantu meningkatkan produksi pertanian. Dan kesejahteraan masyarakat terutama para petani lebih meningkat. Ayo pemuda milenial, kita bangun pertanian di Gresik agar sektor pertanian di Gresik semakin baik,” pungkasnya.
Ketua LPPNU Gresik Muzarodin mengatakan, perhelatan launching dan lomba cerdas cermat antar MWC LPPNU kali perdana dilakukan oleh LPPNU Gresik. Yang sebelumnya, hanya mengikuti kegiatan di instansi pemerintahan.
“Dari kegiatan ini, kami melihat basis Nahdliyin di Gresik 90% petani. Nah, ini sebagai langkah pemberdayaan kepada petani NU, Ghiroh (semangat gerakan) kepada para petani, dan melihat krisis regenerasi dari pertanian, perkebunan, dan peternakan,” ungkapnya.
Kedepan lanjut dia, kelompok tani Ketan Mapan bagian solusi pertanian bagi jamaah Nahdlatul Ulama Gresik. Utamanya, dari regenerasi petani di Kota Santri ini.
“Maka, kedepan kami akan gelar pelatihan kader penggerak pertanian. Dengan sasaran kader muda. kalau tidak sekarang, lima sampai 10 tahun tidak ada pertanian di Gresik. Karena pertanian ini tidak hanya cangkul, sawah. Tapi ada usaha pertanian dan kemajuan digitalisasi bagi petani,” jelasnya. (Hms/Fm)
