Kades Doho Agung Diduga Selewengkan Anggaran BK-APBD
2 min read
GRESIK, Mediasuarapublik – Kasus dugaan Bantuan Keuangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (BK – APBD) di Desa Doho Agung, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gersik, Jawa Timur, mendapat sorotan banyak pihak. Bagaimana tidak, anggaran yang mestinya diperuntukkan membangun tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Grabakan arah Desa Soko hingga kini belum selesai juga, masih ada bagian yang kurang dan belum di kerjakan.
Hal ini mencuat dalam sebuah laporan yang masuk dari masyarakat setempat kepada Timsus surat kabar harian (SKH) Suara Publik, dalam keterangannya tersebut warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, “sebenarnya bangunan itu sudah beberapa bulan dikerjakan pak, tapi sampai saaat ini belum selesai, kurang lebih 20 meter atau 30 meter bahkan besaran dananya mencapai Rp.200.000.000, namun sampai saat ini belum selesai dan sudah di tinggal belum di kerjakkan lagi,” papar warga.

Masih menurut keterangan warga tersebut memberikan gambaran perhitungan, “kalau menurut perhitungan saya karena saya bisa menghitung estimasinya pengerjaan TPT di Desa Doho Agung yang anggaranya mencapai: 200.000.000 buat TPT itu. Namun menurut perhitungan saya sebagai berikut:
Panjang : 223 meter dan Tinggi : 100 meter itu mempergunakan bahanya:
Pasir : 20 ret (1 ret 1.900.000 ) =Rp. 38.000.000
Pedel Hitam : 30 ret (1 ret 1.400.000 ) =Rp. 42.000.000
Semen : 200 sak (1 sak 60.000 ) = Rp. 12.000.000
Kuli : 8 orang x 150.000 x 15 hari = Rp. 18.000.000
Tukang : 4 orang x 180.000 x 15 hari = Rp. 10.800.000
Total Anggaran = Rp. 120.800.000
Menanggapi terkait aduan warga tersebut timsus selanjutnya mendatangi ke kantor Desa Dohoagung untuk bertemu dengan Kepala desa (Kades) guna melakukan konfirmasi terkait permasalahan tersebut, namun Warsito Kades Doho Agung tidak berada di kantornya.
Untuk selanjutnya Timsus bertemu salah satu pegawai di kantor Desa Doho Agung dan menanyakan soal penggunaan dana BK APBD, dan pegawai tersebut mengatakan, “kalau bangunan yang di Dusun Grabakan arah Desa Soko itu tidak di lanjutkan karena dananya masih belum cair sepenuhnya,’’ ujar salah satu perangkat desa.
Didalam keterangan salah satu perangkat Desa Doho Agung tersebut dapat di asumsikan kalau dana BK APBD kuat diduga di selewengkan oleh kepala Desa Doho Agung, karena hingga saat ini dana sebesar itu belum dapat menyelesaikan pembangunanya TPT yang dimaksud. [Timsus]
